Dalam mitologi Yunani, Demeter – bersama dengan Hades, Hera, Hestia, Poseidon, dan Zeus – adalah anak dari Cronus dan Rhea. Demeter
dianggap sebagai dewi pelindung vegetasi, kesuburan, dan panen. Dalam
mitologi Romawi, Demeter disebut sebagai Ceres, yang juga menjadi asal
kata ‘cereal’. Demeter memiliki hubungan dengan ritual Eleusinian yang dilakukan di Eleusis untuk menghormatinya. Anak Demeter dengan Zeus adalah Persephone atau disebut Proserpine dalam mitologi Romawi. Demeter juga memiliki anak lain bernama Arion sebagai hasil hubungannya dengan Poseidon.
Cerita
yang paling terkenal tentang Demeter menyangkut penculikan putrinya
Persephone – juga disebut Kore – yang dilakukan oleh Hades. Helios, dewa matahari, melihat Persephone dibawa Hades dan memberitahukannya kepada Demeter. Dalam
kesedihan, Demeter meninggalkan Olympus untuk mencari putrinya, serta
kehilangan minatnya pada pertumbuhan makhluk hidup sehingga membuat
dunia menjadi dingin dan tandus. Zeus akhirnya memutuskan ikut
campur tangan karena melihat Demeter perlu kembali ke Olympus agar bumi
kembali ke kehidupan normal.
Akhirnya Hades bersedia menyerahkan
Persephone. Namun sebelumnya, Hades berhasil menipu Persephone untuk
memakan empat biji delima – jumlah bervariasi tergantung versi cerita –
sehingga meskipun boleh kembali ke ibunya, Persephone harus tetap berada
di Dunia Bawah bersama Hades selama empat bulan setiap tahun. Jadi
setiap tahun, Demeter selalu bersedih karena putrinya harus berada di
Dunia Bawah dan tidak lagi memperhatikan kehidupan di bumi. Hal
ini kemudian menjelaskan terjadinya siklus tanam yang diisi dengan musim
yang buruk (musim dingin) sebelum akhirnya musim semi datang kembali. Mitos
tentang Demeter antara lain diceritakan kembali dalam melodrama
Persephone karya komposer Rusia, Igor Stravinsky, dengan teks yang
merupakan karya penulis Perancis, André Gide.










